Dasar Jaringan Komputer untuk Keamanan Siber dan Firewall Berlapis
Sebelum membahas keamanan siber secara lebih teknis, penting untuk memahami bagaimana jaringan komputer bekerja. Tanpa pemahaman jaringan, konsep firewall, monitoring, maupun analisis serangan akan sulit dipahami secara utuh.
Pada seri ini, kita akan membahas dasar jaringan komputer dengan sudut pandang keamanan siber, serta bagaimana jaringan menjadi fondasi utama dalam penerapan firewall berlapis.
Apa Itu Jaringan Komputer?
Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih perangkat yang saling terhubung untuk bertukar data. Perangkat tersebut bisa berupa komputer, server, router, switch, hingga perangkat IoT.
Tujuan utama jaringan komputer antara lain:
- Berbagi data dan informasi
- Berbagi sumber daya (printer, server, internet)
- Memudahkan komunikasi
- Mendukung sistem terdistribusi
Jenis-Jenis Jaringan Komputer
1. LAN (Local Area Network)
LAN adalah jaringan dengan cakupan area kecil seperti rumah, kantor, atau sekolah. Sebagian besar serangan internal sering terjadi di jaringan LAN akibat konfigurasi yang lemah.
2. WAN (Wide Area Network)
WAN mencakup area yang luas, termasuk internet. Keamanan WAN sangat bergantung pada firewall dan sistem monitoring.
3. MAN dan Internet
Jaringan skala menengah dan global yang menghubungkan berbagai sistem dengan tingkat risiko tinggi.
Komponen Utama dalam Jaringan
- Client – perangkat pengguna
- Server – penyedia layanan
- Router – penghubung antar jaringan
- Switch – pengatur lalu lintas internal
- Firewall – penjaga keamanan jaringan
Bagaimana Data Bergerak di Jaringan?
Ketika data dikirim melalui jaringan, data tersebut dipecah menjadi paket-paket kecil. Setiap paket membawa informasi tujuan, sumber, dan jenis data.
Inilah alasan mengapa keamanan jaringan sangat penting, karena setiap paket berpotensi dimanipulasi atau disadap.
Pengantar TCP/IP dan Port
TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang mengatur komunikasi data di jaringan.
- IP Address – alamat perangkat
- Port – pintu layanan
- Protocol – aturan komunikasi
Firewall bekerja dengan memanfaatkan informasi ini untuk menentukan apakah suatu koneksi diizinkan atau ditolak.
Ancaman Keamanan pada Level Jaringan
Beberapa ancaman umum pada jaringan antara lain:
- Port scanning
- Sniffing lalu lintas
- Man-in-the-middle attack
- Brute force service
- DDoS sederhana
Peran Firewall dalam Jaringan
Firewall bertindak sebagai penjaga gerbang antara jaringan internal dan eksternal. Firewall menentukan koneksi mana yang aman dan mana yang berbahaya.
Namun, firewall tradisional tidak cukup untuk mendeteksi pola serangan yang kompleks.
Mengapa Firewall Perlu Berlapis?
Satu lapisan keamanan mudah ditembus. Firewall berlapis memberikan pertahanan bertingkat yang membuat sistem lebih tangguh.
Lapisan tambahan dapat berupa:
- Firewall aplikasi
- Monitoring berbasis log
- Analisis perilaku jaringan
- Automasi keamanan dengan Python
Hubungan Jaringan, Firewall, dan Python
Python berperan sebagai alat analisis dan otomatisasi di atas infrastruktur jaringan. Python membantu memahami apa yang terjadi di balik lalu lintas data.
Inilah alasan mengapa pemahaman jaringan menjadi pondasi sebelum belajar Python untuk keamanan siber.
Penutup
Jaringan komputer adalah fondasi dari seluruh sistem keamanan siber. Dengan memahami bagaimana data bergerak dan bagaimana ancaman muncul, kita dapat membangun sistem firewall berlapis yang lebih efektif.
Pada seri berikutnya, kita akan mulai membahas Python untuk keamanan siber dan bagaimana Python digunakan sebagai alat analisis dan otomatisasi keamanan.
Setelah memahami dasar jaringan dan firewall, langkah berikutnya adalah mengenal bagaimana Python digunakan dalam keamanan siber untuk analisis dan otomatisasi.
Artikel selanjutnya: Pengenalan Python untuk Keamanan Siber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar