Rancangan Sistem Klasifikasi Pelanggan untuk UMKM Berbasis K-Means, KNN, dan Decision Tree (Disertai Struktur Pohon Keputusan)
Penulis: Teknologi Nalar | Kategori: Analisis Sistem » Arsitektur Perangkat Lunak
- Pendahuluan & Tujuan
- Data & Fitur
- Arsitektur Perangkat Lunak
- Algoritma: K-Means, KNN, Decision Tree (rumus & catatan)
- Alur Proses
- Contoh Pohon Keputusan (SVG)
- Rekomendasi Bisnis
- Implementasi & Deploy
I. Pendahuluan & Tujuan
UMKM sering kekurangan sumber daya untuk analisis data, tetapi transaksi harian sudah menyimpan sinyal perilaku pelanggan. Sistem klasifikasi pelanggan sederhana namun efektif membantu UMKM menargetkan promosi, meningkatkan retensi, dan mengoptimalkan inventori.
Tujuan artikel ini adalah mendesain arsitektur perangkat lunak dan alur ML untuk mengelompokkan dan mengklasifikasikan pelanggan menggunakan K-Means (unsupervised clustering), KNN (lazy classifier untuk pelanggan baru), dan Decision Tree (rule extraction dan interpretability).
II. Data & Fitur
Data minimal yang dibutuhkan (sumber: POS / ekspor CSV):
| Fitur | Deskripsi |
|---|---|
| freq_belanja | Frekuensi transaksi per bulan |
| avg_order_value | Rata-rata nilai transaksi |
| total_spending | Total belanja per periode (mis. bulan) |
| variasi_produk | Jumlah kategori produk yang dibeli |
| last_visit | Hari sejak kunjungan terakhir |
III. Arsitektur Perangkat Lunak
Arsitektur direkomendasikan modular dan ringan, cocok untuk UMKM:
- Data Ingestion: Eksport CSV / integrasi POS → upload ke aplikasi.
- Preprocessing: Imputasi, normalisasi (MinMax / Standard), feature engineering.
- ML Engine: K-Means (segmentasi), KNN (prediksi label), Decision Tree (aturan bisnis).
- Business Layer: Rule manager yang menyimpan/menyunting aturan dari Decision Tree.
- API / Dashboard: Menyajikan segmen, rekomendasi, dan visualisasi pohon keputusan.
- Storage: SQLite/MySQL untuk small-scale; backup CSV otomatis.
IV. Algoritma & Rumus Singkat
4.1 K-Means (Clustering)
K-Means mencari K centroid yang meminimalkan jarak dalam cluster. Jarak yang umum dipakai: Euclidean.
Pembaruan centroid:
4.2 K-Nearest Neighbors (KNN)
KNN menggunakan jarak ke k tetangga terdekat untuk menentukan kelas mayoritas.
4.3 Decision Tree
Decision Tree dipakai untuk mengekstrak aturan bisnis. Metrik yang umum digunakan: Gini dan Information Gain.
V. Alur Proses (Pipeline)
- Unggah data → preprocessing (cleaning, scaling).
- Jalankan K-Means dengan K (contoh K=4) → simpan label cluster.
- Gunakan label cluster sebagai target untuk melatih Decision Tree dan KNN (supervised).
- Sistem menyajikan: visualisasi cluster, skor akurasi KNN, dan pohon keputusan (interpretasi).
- Untuk pelanggan baru: jalankan KNN untuk prediksi segmen; juga sediakan rekomendasi bisnis berdasarkan aturan DT.
VI. Contoh Struktur Pohon Keputusan
Berikut contoh pohon keputusan sederhana untuk mengkategorikan pelanggan:
VII. Rekomendasi Bisnis Berdasarkan Segmen
Promo bundling murah, voucher minimal spend.
Program poin & reminder stok.
Promo eksklusif & free delivery.
Membership & reward anniversary.
VIII. Implementasi Teknis (Ringkas)
Stack sederhana rekomendasi:
- Backend: Python (Flask/FastAPI) atau Node.js
- ML: scikit-learn (KMeans, KNeighborsClassifier, DecisionTreeClassifier)
- DB: SQLite / MySQL
- UI: sederhana (Chart.js untuk cluster, D3 atau svg untuk pohon)
Contoh alur training singkat (pseudo):
# load data
X = load_csv('transactions.csv')
# preprocess
X_scaled = scaler.fit_transform(X[['freq_belanja','avg_order_value','total_spending','variasi_produk']])
# kmeans
kmeans = KMeans(n_clusters=4).fit(X_scaled)
labels = kmeans.labels_
# train DT & KNN
dt = DecisionTreeClassifier().fit(X_scaled, labels)
knn = KNeighborsClassifier(n_neighbors=5).fit(X_scaled, labels)
IX. Monitoring & Pemeliharaan
- Retrain K-Means setiap 1 bulan atau ketika data berubah signifikan.
- Evaluasi akurasi KNN dan kompleksitas Decision Tree (pruning jika overfit).
- Gunakan A/B test untuk mengukur pengaruh promosi berdasarkan segmen.
X. Penutup
Sistem klasifikasi berbasis K-Means + KNN + Decision Tree memberikan solusi baik untuk UMKM: segmentasi mudah, prediksi pelanggan baru, dan aturan bisnis yang dapat dibaca manusia. Implementasinya ringan dan dapat dijalankan secara lokal atau cloud kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar