Cara Mengecek SSD, Boot Priority, dan Mode Boot Saat Laptop Langsung Masuk BIOS
Pada Seri 1, kita sudah membahas bahwa laptop yang langsung masuk BIOS tidak selalu berarti Windows rusak. Sekarang, pada Seri 2 ini, kita mulai masuk ke tahap troubleshooting teknis inti.
Tahapan ini sangat menentukan: apakah masalah masih sebatas konfigurasi, atau sudah mengarah ke kerusakan media penyimpanan.
Jika kamu belum membaca pembahasan awalnya,
saya sarankan mulai dari artikel berikut agar alurnya tidak terputus:
👉
Laptop Nyala Tapi Langsung Masuk BIOS? Jangan Langsung Install Ulang!
Langkah Awal: Masuk ke BIOS dengan Benar
Masuk ke BIOS biasanya menggunakan tombol:
- F2 (ASUS, Acer, Lenovo)
- DEL (PC / beberapa laptop lama)
- ESC / F10 / F12 (HP, Dell)
Tekan tombol berulang kali segera setelah laptop dinyalakan, sebelum logo Windows muncul.
Tahap 1: Mengecek Apakah SSD / HDD Terdeteksi di BIOS
1.1 Lokasi Menu Storage di BIOS
Setiap BIOS berbeda tampilan, tetapi umumnya SSD/HDD dapat ditemukan di:
- Main / Information
- Storage Configuration
- SATA Configuration
- NVMe Configuration
Cari nama disk, misalnya: Samsung SSD, WDC, Kingston, atau NVMe.
1.2 Analisis Hasil Pengecekan SSD
Dari sini biasanya muncul dua kondisi:
✅ SSD Terdeteksi Normal
Jika SSD muncul dengan nama dan kapasitas sesuai, maka hardware masih terdeteksi oleh BIOS. Masalah kemungkinan besar berada di:
- Boot priority
- Mode boot
- Bootloader Windows
❌ SSD Tidak Terdeteksi
Jika SSD sama sekali tidak muncul:
- SSD rusak
- SSD longgar
- Slot bermasalah
Pada kondisi ini, install ulang tidak akan berhasil sebelum storage kembali terdeteksi.
Tahap 2: Mengecek dan Mengatur Boot Priority
2.1 Apa Itu Boot Priority?
Boot priority menentukan urutan perangkat yang dicari BIOS untuk menjalankan sistem operasi.
Jika urutan salah, BIOS tidak menemukan Windows dan akan kembali ke menu BIOS.
2.2 Pengaturan Boot Priority yang Benar
Masuk ke menu Boot, lalu perhatikan urutannya:
- Untuk UEFI: Windows Boot Manager harus di urutan pertama
- Untuk Legacy: SSD/HDD harus di urutan pertama
Jika posisi salah:
- Pindahkan menggunakan tombol + / - atau drag
- Simpan perubahan (F10 → Yes)
- Restart laptop
Tahap 3: Memahami Mode Boot (UEFI vs Legacy)
Ini adalah bagian yang paling sering menjebak pengguna dan teknisi pemula.
| Mode Boot | Skema Disk |
|---|---|
| UEFI | GPT |
| Legacy / CSM | MBR |
Jika mode boot tidak sesuai dengan skema disk, Windows tidak akan terbaca meskipun SSD normal.
Jika masih bingung apakah masalah ini berasal dari Windows atau hardware, pastikan kamu sudah memahami pembahasan dasarnya di Seri 1 – Laptop Langsung Masuk BIOS .
3.1 Langkah Penyesuaian Mode Boot
- Masuk menu Boot
- Cari opsi Boot Mode / UEFI / CSM
- Coba ganti UEFI ↔ Legacy
- Nonaktifkan Secure Boot (sementara)
- Simpan dan restart
Lakukan perubahan satu per satu dan amati hasilnya.
Jika Windows sebelumnya terinstal UEFI, mengubah ke Legacy tanpa konversi disk akan membuat sistem tidak terbaca.
Tahap 4: Kesimpulan Sementara dari Seri 2
Setelah tahap ini, biasanya kamu sudah bisa menyimpulkan:
- Masalah hanya konfigurasi → laptop bisa normal kembali
- SSD terdeteksi tapi tetap gagal boot → kemungkinan bootloader
- SSD tidak terdeteksi → indikasi kerusakan hardware
Inilah alasan kenapa tahapan ini wajib dilakukan sebelum install ulang.
🔧 Jangan Terburu-buru Install Ulang
Jika SSD tidak terdeteksi stabil, install ulang hanya membuang waktu dan berisiko kehilangan data.
Lanjut ke Seri 3
Pada Seri 3, kita akan membahas keputusan akhir:
- Kapan Windows masih bisa diperbaiki
- Kapan install ulang masuk akal
- Kapan SSD harus diganti
Lanjutkan membaca:
👉 Kapan Laptop Masuk BIOS Harus Install Ulang? Ini Pertimbangan Teknisnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar